Kampanye “Liar” The Body Shop Indonesia

Kampanye “Liar” The Body Shop Indonesia

Saya jatuh cinta dengan betapa militannya brand ini terhadap isu-isu sosial dan lingkungan sejak tiga tahun lalu ketika menjadi konsumen untuk pertama kalinya. Tidak seperti bisnis lainnya yang hanya menyantolkan isu sosial dan lingkungan dalam “corporate social responsibility” saja dan terlihat sekadar “menuntaskan kewajiban karena ada peraturan pemerintah“, isu sosial dan lingkungan adalah alasan lahirnya The Body Shop ketika tahun 1976 alm. Anita Roddick mendirikan brand ini di Inggris. Bukan hanya tecermin dari produk-produknya yang memang terbuat dari bahan-bahan alami, bahkan konsep toko pun menjadi cerminan bahwa brand ini memang memiliki kepedulian lebih untuk isu sosial dan lingkungan. Corporate image yang terbentuk adalah buah dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan komitmennya. Lebih jauh lagi, reputasi perusahaan akan semakin positif di mata masyarakat.

Hari ini (17/11), The Body Shop Indonesia meluncurkan konsep toko yang baru yang menurut saya konsepnya ‘The Body Shop bangetUntuk Indonesia, konsep baru toko ini baru diterapkan pertama kalinya di Senayan City. Bocoran Mas Roy (Area Manager The Body Shop Indonesia untuk Bekasi dan Bogor), toko selanjutnya yang akan menerapkan konsep yang sama adalah cabang Sun Plaza, Medan, yang ternyata penjualannya nomor satu di Indonesia! Menurut Mba Rika (General Manager of Corporate Communication), konsep toko seperti ini akan diterapkan bertahap karena biayanya sangat mahal. Beruntung sekali saya bisa menyaksikan bagaimana konsep baru toko ini. Mari kita jalan-jalan sebentar di toko barunya The Body Shop Indonesia.

Konsep yang ditawarkan pada toko yang baru ini adalah experience dengan menargetkan generasi millennials, terlihat dari banyaknya media komunikasi yang tadinya berupa cetak menjadi digital. Dari luar, warna hijau khas The Body Shop terlihat mendominasi. Nuansa “hutan” begitu terasa dengan interior berupa daun-daunan dan pohon yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan hidup. Hal ini semakin memperkuat corporate identity The Body Shop.

Suasana pembukaan toko baru di Senayan City.

 

Pohon-pohonan dan dedaunan terlihat di pintu masuk dan langit-langit (On frame: Nadia Mulya dan Delmar Bevandi)

Suasana toko dari dalam.

Suasana toko dari dalam.

Dari depan, jendela yang biasanya menampilkan promosi produk pun ikut berubah. Biasanya akan ada printed banner yang menunjukkan promosi pada bulan berjalan dan sample produk pun berubah menjadi konsep digital. So millennials. Mata para millennial akan berbinar-binar kalau lihat yang serba digital. Kami hidup dan tumbuh di era digital, sehingga semuanya harus serba digital. Begitupun dengan The Body Shop Indonesia yang menerapkan konsep-konsep digital di setiap sudut agar suasana toko lebih ‘hidup’.

Layar dengan informasi yang animatif dan kerasa banget nuansa alam disini 🙂

TVC dekat kasir yang akan memberikan informasi mengenai komitmen Enrich, Not Exploit

Informasi setiap produk pun disediakan dalam bentuk digital.

Informasi setiap produk pun disediakan dalam bentuk digital.

Mari kita masuk ke dalam. Banyak banget ‘mainan’-nya! Yuk, lihat satu-satu. Hal pertama yang membuat saya tertarik adalah penampang bahan-bahan dasar dari masing-masing produk. Jadi, kita sebagai konsumen lebih mengetahui bahannya seperti apa sih. Salah satu produk yang saya gunakan adalah serum wajah Oils of Life yang mana kandungannya adalah jintan hitam. Jintan hitam ini adalah objek skripsi saya lho! Jadi waktu itu saya melakukan uji coba apakah jintan hitam ini bisa ditanam di Indonesia apa tidak, karena tanaman ini merupakan tanaman asli kawasan Mediterania. Udah lama banget engga lihat benih jintan hitam dan sekarang ada di sini 🙂

Jintan hitam adalah salah satu bahan dasar dari rangkaian perawatan wajah Oils of Life, untuk anti-aging lho!

 

 

Bahan-bahan dasar masker multimasking terbaru.

Bahan-bahan dasar masker multimasking terbaru.

 

‘Mainan’ lainnya yang bikin penasaran adalah alat pengecek jenis dan umur kulit. Agak takut sih pas mau coba, tapi pas tau hasilnya lega juga. Akhirnya jutaan rupiah yang saya keluarkan untuk perawatan wajah ngefek juga. Hahaha. Pengecekan ini berguna untuk menentukan perawatan wajah seperti apa yang harus kita gunakan. Alhamdulillah, perawatan wajah yang saya lakukan sudah tepat. Umur wajah saya juga masih termasuk kategori 20-an.

Alatnya semacam kamera mikroskopis sehingga bisa menangkap gambar kulit secara nyata. Katalog jenis dan umur kulit wajahpun disediakan untuk pedoman.

 

Ini hasil tangkapan kulit wajah saya yang mana termasuk jenis kulit berminyak, umur masih 20-an. Masih muda!

Apalagi ya ‘mainan’-nya? Oh ya, untuk para perempuan yang suka make-up, kali ini The Body Shop Indonesia menghadirkan meja-meja khusus untuk make-up yang mana tidak tersedia di konsep sebelumnya. Urusan per-make-up-an akan lebih mudah dengan adanya spot ini.

Free! Make over 😀

Bisa nebeng cuci muka nih disini hehehe.

Bisa nebeng cuci muka nih disini hehehe.

Setiap beli body butter, kamu bisa personalisasi stiker dengan nama kamu lho!

Setiap beli body butter, kamu bisa personalisasi stiker dengan nama kamu lho!

Kotak pengembalian botol kosong tersedia di meja kasir. Ayo, jangan lupa kembalikan botol kosongnya ya supaya timbulan sampah plastik bisa berkurang :)

Kotak pengembalian botol kosong tersedia di meja kasir. Ayo, jangan lupa kembalikan botol kosongnya ya supaya timbulan sampah plastik bisa berkurang 🙂

Jika kalian ingin menjadi konsumen yang lebih sadar terhadap isu sosial dan lingkungan, mulailah beralih dengan membeli produk dari perusahaan yang juga sadar terhadap isu sosial dan lingkungan. Saat ini banyak brand yang mengedepankan isu-isu ini. Salah satunya The Body Shop. Memang jika kita lihat dari segi harga, produk dari brand seperti ini jauh lebih mahal. Namun, jika kita telusuri petanya dari hulu ke hilir, biaya untuk memperbaiki permasalahan sosial dan lingkungan akan jauh lebih mahal jika kita masih memilih produk dari produsen yang belum sadar dengan isu sosial dan lingkungan (dengan iming-imingi harga jauh lebih murah). Perubahan berawal dari tangan kita. Senada dengan komitmen baru The Body Shop, Enrich Not Exploitit’s in our hands. Mari ubah dunia mulai dari diri sendiri dan sekarang juga!

2 responses to “Kampanye “Liar” The Body Shop Indonesia”

  1. Dini Lestari says:

    Nice info.. semoga Body Shop Cirebon segera menyusul dengan konsep barunya. Btw jadi jintan bisa tumbuh di Indonesia nggak ya?

    • admin says:

      Daya berkecambahnya rendah nih kalo di Indonesia, waktu itu percobaan aku di rumah kaca. Mungkin perlu ada perlakuan tambahan lain terkait tanah dan iklim di dalam rumah kaca.

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *