Buah Kegigihan

Buah Kegigihan

Sejak awal dibentuk, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) tidak ditujukan sebagai lembaga sosial-lingkungan yang narsis. Di satu sisi, ini menjadikan kita untuk bisa fokus mencapai perubahan sosial-lingkungan yang kami idam-idamkan. Namun, bersikap “narsis” terkadang diperlukan juga untuk kebutuhan pembentukan citra organisasi untuk bisa bersinggungan dengan calon mitra-mitra potensial.

Pada awalnya, kami tidak cukup serius membentuk citra dari GIDKP. Hanya memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk “memamerkan” apa yang telah kami lakukan dan perubahan apa yang telah kami intervensi. Seiring berjalannya waktu, upaya ini saja tidak cukup. Singkat kata, kondisi ini mendorong saya untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Selain untuk meningkatkan kompetensi diri, juga untuk meningkatkan kredibilitas organisasi.

Keuntungan menjadi organisasi dengan isu yang sangat spesifik adalah memudahkan orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama untuk mencari lembaga yang bisa memberikan mereka wadah untuk ikut berkontribusi. Ini adalah salah satu privilese yang kami miliki, yaitu menjadi berbeda dengan kebanyakan lembaga sosial-lingkungan.

Ketidaknarsisan kami ini ternyata dilirik oleh berbagai pihak. Dimulai dari banyaknya undangan untuk menjadi narasumber di berbagai acara, menjadi tenaga ahli bagi pemerintah, dan bahkan menerima penghargaan. Penghargaan yang kami terima adalah dua penghargaan dari Pemerintah Kota Bandung (tahun 2014 dan 2015) dan Direktur Eksekutif kami, Tiza Mafira, diakui sebagai Ocean Heroes 2018 oleh United Nations Environment Program.

Dibandingkan organisasi lain, kami tidak ada apa-apanya. Tidak pernah terlibat dalam acara ataupun menerima penghargaan yang bergengsi. Namun, kami percaya bahwa apa yang kami lakukan sedang mengubah dunia melalui aksi kecil yang kami lakukan. Ternyata apa yang kami lakukan ini diam-diam diperhatikan oleh banyak pihak.

Cukup mengagetkan ketika kami di GIDKP menerima undangan untuk memberikan presentasi di hadapan para juri Anugerah Revolusi Mental 2019. Jujur, kami baru dengar ada penghargaan ini. Selain itu, kami juga terkejut karena hanya kami satu-satunya lembaga sosial dari bidang lingkungan hidup yang diundang. Saya mewakili GIDKP di H-1 ulang tahun saya untuk presentasi di hadapan para juri. Bisa jadi ini adalah hadiah ulang tahun juga karena harus membuktikan kepada para ahli dan senior bahwa apa yang saya kerjakan, apa yang organisasi kami kerjakan itu berdampak baik.

Terima kasih Ibu Tri Mumpuni yang telah memberikan beberapa insights-nya ketika sesi presentasi dan diskusi. Ibu Tri Mumpuni adalah satu dari sekian banyak juri untuk penganugerahan ini.

Banyak lembaga sosial dan lembaga lain yang baru saya temui dan berkenalan, padahal mereka sudah malang melintang bertahun-tahun lamanya. Sesi presentasi dan diskusi pun terbilang lancar. Alhamdulillah, saya dihadapkan oleh Ibu Tri Mumpuni yang obrolannya nyambung satu sama lain. Terima kasih, Bu!

Kriteria penilaian Anugerah Revolusi Mental 2019

Kami sama sekali tidak mengharapkan apapun. Saya dan beberapa nomine lainnya saling mendoakan. Siapapun yang menang, yang penting hari itu adalah hari baik dimana kami bertemu satu sama lain dan memperpanjang silaturahim.

Tak disangka, pada tanggal 21 Desember 2019, kami semua (yang saya temui ketika sesi presentasi) menerima Anugerah Revolusi Mental dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Gerakan Revolusi Mental sendiri merupakan gerakan yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada saat periode pertama kepemimpinannya.

Tiza Mafira, Ketua Perkumpulan (Direktur Eksekutif) Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik

Sedikit mengulas mengenai gerakan ini, Gerakan Revolusi Mental dijabarkan dalam Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 2016 tantang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), dimana arahan gerakan ini adalah keterlibatan seluruh komponen bangsa dengan memperkuat peran nyata penyelenggara negara dan seluruh elemen masyarakat yang direpresentasikan melalui lima gerakan, yaitu:

  1. Gerakan Indonesia Melayani
  2. Gerakan Indonesia Bersih
  3. Gerakan Indonesia Tertib
  4. Gerakan Indonesia Mandiri
  5. Gerakan Indonesia Bersatu
Laugh Out Laugh!

Untuk pertama kalinya Pemerintah Republik Indonesia menyelenggarakan Anugerah Revolusi Mental, yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Terdapat 21 nominasi penerima Anugerah ini dan 17 penerima Anugerah Revolusi Mental 2019, dimana GIDKP menjadi salah satu penerima. Para penerima Anugerah Revolusi Mental adalah sebagai berikut:

  1. Kategori Lembaga Sosial: Sekolah Pagesangan, Yayasan Pondok Kasih, Jaringan Gusdurian, dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.
  2. Kategori Badan Usaha Koperasi: Koperasi Kerta Semaya Samaniya dan Koperasi Agro Niaga Jabung.
  3. Kategori Badan Usaha Non Koperasi: PT Kereta Api Indonesia, PT Trans Jakarta, PT Paragon Innovation and Technology, dan CV Sembada Tuban.
  4. Kategori Capaian Utama Lima Gerakan Revolusi Mental: Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  5. Gerakan Indonesia Melayani: Provinsi Sulawesi Selatan
  6. Gerakan Indonesia Bersih: Provinsi Bali
  7. Gerakan Indonesia Tertib: Provinsi Sumatera Selatan
  8. Gerakan Indonesia Mandiri: Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  9. Gerakan Indonesia Bersatu: Provinsi Kepulauan Riau
  10. Kategori Kementerian/Lembaga: Kementerian Keuangan

Kami di GIDKP merasa lega karena apa yang kami perjuangkan dilirik oleh Pemerintah Republik Indonesia. Artinya, apa yang kami kerjakan ini bermanfaat bagi Indonesia dan dianggap sebagai salah satu pencapaian Revolusi Mental. Saya kira, ini hanyalah permulaan. Saya yakin bahwa Pemerintah Republik Indonesia mengamati semua pihak dan mendukung, mungkin secara diam-diam. Karena tanpa kita, Pemerintah Republik Indonesia juga kesulitan untuk mencapai tujuan-tujuan besarnya dalam membangun bangsa.

Ini yang kami yakini. Kami tidak bisa memposisikan diri sebagai pihak yang anti atau enggan bekerja sama dengan pemerintah. Kami selalu memposisikan diri sebagai mitra bagi pemerintah. Kami membantu pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah sendiri. Saya yakin dengan keahlian yang dimiliki oleh setiap lapisan masyarakat, kita semua bisa bahu membahu mencapai cita-cita bangsa.

Tiza Mafira (Direktur Eksekutif), Rahyang Nusantara (Koordinator Nasional), Zakiyus Shadicky (Corporate Relations)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *