Liburan Ke Yogyakarta

Liburan Ke Yogyakarta

Sudah terlalu lama saya meninggalkan blog ini. Satu tahun sepertinya. Padahal udah diniatkan pakai alamat website khusus supaya lebih rajin nulis, ternyata nyatanya tidak begitu. Marilah kita memulai kembali lembaran baru ini. Hehehe…

***

Edisi kali ini, saya akan cerita mengenai perjalanan solo saya ke Yogyakarta. Tentunya untuk liburan donk! Terakhir kali saya ambil cuti dari pekerjaan adalah untuk tujuan pengambilan data penelitian untuk tesis saya dan itu sudah berbulan-bulan yang lalu. Mulai tahun ini, saya akan coba ambil cuti, memanfaatkan jatah cuti yang sudah diberikan, dan tentunya supaya saya bisa lebih rileks lagi dalam menjalani kehidupan-kehidupan yang berat di ibu kota. 

Perencanaan yang cukup mendadak, hanya satu minggu sebelum keberangkatan, di tengah-tengah hiruk pikuk menjalankan program cukup menyita waktu di tiga kota! Dalam satu bulan terakhir, entah berapa kali saya bolak balik Jakarta – Bandung – Cimahi. Ketika di puncak hiruk pikuk, saya memutuskan untuk ambil cuti setelah hal itu berakhir. Tujuan utamanya adalah untuk menjernihkan kembali otak yang sudah terkuras habis untuk banyak hal. Tak hanya untuk pekerjaan, tetapi juga masa-masa satu bulan terakhir disibukkan juga dengan menyelesaikan revisi tesis (Alhamdulillah saya sudah bergelar M.I.Kom alias Magister Ilmu Komunikasi). 

Untuk liburan kali ini, saya memutuskan untuk tidak menggunakan pesawat, melainkan kereta api. Selain karena alasan jejak karbon yang tinggi apabila menggunakan pesawat, dengan jarak tempuh sekitar 7-8 jam dengan kereta api, saya lebih punya banyak waktu me-time dan istirahat. Berhubung acara terakhir dari pekerjaanku berlangsung di Cimahi, jadi saya menggunakan kereta api menuju Stasiun Yogyakarta dari Stasiun Bandung. Perjalanan dimulai pada pukul 19.35 WIB tanggal 24 Februari 2019. Jadwal yang harusnya sampai pada pukul 3.25 dini hari di tanggal 25 Februari 2019, telat kurang lebih 30 menit karena satu dan lain hal. 

Informasi: 
Harga Tiket Kereta Api Kelas Eksekutif 
Bandung – Yogyakarta (Turangga) Rp400.000,-
Yogyakarta – Bandung (Argo Wilis) Rp385.000,-

Tips: 
Awalnya saya berencana untuk nunggu saja di stasiun hingga waktu check-in hotel di pukul 2 siang, dan mungkin ketika sudah pagi, saya bisa jalan-jalan di sekitar stasiun atau Malioboro. Namun, beberapa jam sebelum sampai di tujuan, saya tiba-tiba terpikir untuk check-in lebih awal karena saya merasa sangat lelah dan butuh tidur dengan kondisi yang nyaman (ternyata istirahat di kereta tidak cukup!). Akhirnya saya coba hubungi pihak hotel via e-mail (responsnya cukup cepat lho!) dan memutuskan untuk check-in lebih awal. Ohya, untuk liburan kali ini saya memilih untuk tinggal di hotel sekitar Prawirotaman, yaitu Hotel Adhistana. Lokasinya tepat di seberang Sellie Coffee, warung kopi yang mendadak populer karena adegan “Rangga, Kamu Jahat” di film “Ada Apa Dengan Cinta? 2”

Apabila jadwal tiba di lokasi tujuan dini hari, pertimbangkan dan putuskan apakah akan istirahat atau jalan-jalan, karena ini berpengaruh kepada anggaran liburan yang kita sediakan. Berhubung tidak menganggarkan pengeluaran mendadak, ini membuat saya harus menghemat di beberapa hari kemudian. Check-in lebih awal (apalagi subuh-subuh) akan dikenakan biaya penuh selama satu malam (yang mana harganya akan menggunakan publish rate hotel, bukan harga promosi yang biasa ditemukan di website travel agent). 

Informasi:
Harga Satu Kamar Deluxe Upper (tanpa sarapan) Rp400.000 (publish rate)
Harga Satu Kamar Superior Upper (dengan sarapan) untuk tiga malam Rp1.350.000 (via Traveloka)

Keputusan memilih hotel ini sebetulnya sangat acak, saya hanya melihat-lihat di Traveloka app mengenai hotel di daerah Prawirotaman. Pengennya sih di Greenhost Hotel yang katanya ramah lingkungan itu, tetapi anggaran saya untuk liburan kali ini terbatas. Liburan selanjutnya mungkin akan memutuskan tinggal disini. Amin. Hotel ini harganya bisa dua kali lipat lebih murah daripada Greenhost Hotel. Bentuknya juga mungil dan gak kalah ramah lingkungan karena eksterior dan interior dari hotel ini menggunakan kayu-kayu bekas jendela dan pintu. Bahkan wadah sabun dan shampoo pun terbuat dari kayu. Suasana hotelnya menurutku lebih terkesan suasana Latin (kayak rumah-rumah di telenovela gitu) atau kadang terasa seperti di Yunanai (mirip-mirip suasana di film Mamma Mia!). Sehingga itu bikin saya betah dan tentunya suasana seperti ini Instagrammable banget!

Alamat:
Jl. Prawirotaman 2 No.613, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

Kunjungan perdana saya ke Prawirotaman adalah di bulan Mei tahun lalu, ketika teman saya (yang sebetulnya sama-sama tinggal di Jakarta, tapi ternyata kebetulan lagi di Yogyakarta juga) mengajak bertemu di ViaVia Jogja (lagi-lagi ini juga terkenal setelah jadi lokasi syuting AADC2). Suasana daerah ini mirip-mirip Bali (Legian atau Seminyak), tetapi versi yang sepi banget. Engga banyak orang lalu lalang. Persamaannya adalah bentuk toko atau restoran yang tidak besar dan pelancong asing. Liburan hari pertamaku dimulai tentunya di kawasan Prawirotaman. 

  • ViaVIa Jogja

Setelah memutuskan tidur sajalah sesampainya dari stasiun, kegiatan di hari pertama dimulai pada siang hari. Saya memutuskan untuk makan siang di ViaVia Jogja. Restoran ini sebetulnya sudah buka sejak tahun 1994 oleh para pelancong dari Eropa. Restoran disini sangat mendukung yang namanya pembangunan berkelanjutan. Minuman disediakan tanpa sedotan, makanannya juga terasa lebih sehat karena sangat sedikit atau tidak menggunakan MSG sama sekali (ini terbukti ketika saya memesan ayam betutu, rasanya tidak senendang kalau makan di Bali, hehe). Barang-barang yan dijual di tokonya pun mengusung konsep fair trade. Segala macam jenis produk yang dibuat secara lokal, mendukung gaya hidup sehat dan zero waste bisa ditemukan disini. 

Informasi:
Ayam Betutu: Rp33.000,-
Cool Cleanser Juice: Rp29.000,-
Iced Cappucinno Toraja: Rp25.000,-
Gluten Free Chocolate Cake: Rp27.000,-

Alamat:
Jl. Prawirotaman No.30, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

  • Il Tempo Del Gelato

Tahun lalu juga sempat berkunjung kesini. Tahun ini tentunya jangan sampai terlewatkan. Setelah selesai makan siang di ViaVia, saya memutuskan untuk nongkrong disini sambil menikmati gelato sebagai dessert. Saya memilih varian rasa lemongrass, kemangi, dan white chocolate. Makan gelato sambil baca buku. Santai banget! Lalu, tiba-tiba hujan deras. Akhirnya nongkrong cukup lama deh disini. 

Yuuummmmy

Informasi:
Ukuran medium (tiga varian rasa) Rp40.000,-

Alamat:
Jl. Prawirotaman No.43, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

Saya sempat kembali ke hotel terlebih dahulu karena mau istirahat sebentar. Kemudian, saya pergi ke luar untuk membeli makan malam. Saya memutuskan untuk makan malam di Mediterranea by Kamil. 

  • Mediterranea by Kamil 

Ini engga begitu jauh dari Prawirotaman. Restoran ini dan dua tempat sebelumnya adalah rekomendasi temanku, Anindya Vivi Restuviani. Makan malam disini gue memilih Beef Kebab dan White Wine. Restoran ini dimiliki chef berkebangsaan Perancis. Jadi, engga heran kalau makanannya enak banget. Di dalam restoran ini juga ada toko yang berkonsep zero waste dan organik. Terdapat sudut bulk store dan juga produk-produk lainnya yang mendukung gaya hidup zero waste dan organik. 

Informasi:
Beef betutu Rp80.000,-
White wine (French’s Sauvignon Blanc 2016) Rp90.000,-

Alamat:
Jl. Tirtodipuran No. 24 A, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143

Perjalanan malam hari kemudian dilanjutkan ke Alun-Alun Kidul untuk liat-liat taksi-taksian berlampu warna-warni. Setelah berjalan satu keliling, secara acak saya memutuskan untuk menonton film Antologi Rasa di Plaza Ambarrukmo. 

Informasi:
Tiket bioskop Rp35.000,-

Selanjutnya, Liburan ke Yogyakarta (Hari Kedua) ->

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *