Liburan Ke Yogyakarta (Hari Kedua)

Liburan Ke Yogyakarta (Hari Kedua)

Mari kita lanjut menelusuri Yogyakarta. Ini hari kedua. Seperti kata sahabat saya, sepertinya saya ke Yogyakarta hanya untuk wisata kuliner, hehehe. Berhubung sendirian, kayaknya ribet kalau wisata alam (emang anaknya gak suka ribet-ribet sih dan nyamannya di kota aja, haha).

  • Jogja National Museum

Setelah sarapan, saya langsung pesan gojek untuk menuju ke Jogja National Museum. Gedung ini dulunya adalah Akademi Seni Rupa Indonesia. Ternyata ini tempat yang saya kunjungi tahun lalu ketika ArtJog 2018. Bener-bener lupa. Lalu, saya pikir disana emang ada pameran permanen, ternyata hanya gedung saja. Hahaha. Begini nih, kalau liburan tanpa rencana (itinerary). Lagian saya memang suka pergi tanpa itinerary jelas. Biarkan kota ini menunjukkan kepada saya. Surprise me!

Alamat:
Jalan Professor Ki Amri Yahya No.1 Pakuncen Wirobrajan Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta •, Pakuncen, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167

  • Museum Sasana Wiratama

Setelah melihat-lihat Jogja National Museum, saya lihat-lihat di peta ada museum apa yang terdekat. Akhirnya mata saya tertuju pada Museum Sasana Wiratama. Lagi-lagi saya tidak cari tahu lebih dalam apa ini. Let the city surprise me, again. Saya berjalan kurang lebih 2 km (menolak pakai gojek atau kendaraan lain karena ingin menikmati kota dan membakar kalori). Setelah sampai di lokasi (yang cukup jauh dari jalan raya dan berada di tengah-tengah pemukiman warga), ternyata Museum ini dulunya adalah rumah dari Pangeran Diponegoro.

Melihat kondisinya yang ternyata di tengah-tengah pemukiman warga dan tidak muncul di mesin pencari Google dengan berbagai macam kata kunci wisata di Yogyakarta, saya adalah satu-satunya pengunjung di hari ini (setidaknya di siang hari tadi). Bahkan pengunjung kemarin pun hanya dua orang. Mbak pemandu (yang saya lupa tanyakan namanya) pun heran darimana saya tahu mengenai museum ini. Padahal museum menurut saya adalah satu aset berharga. Apalagi ini museum mengenai sejarah Pangeran Diponegoro, yang sangat populer di kalangan masyarakat.

Cukup banyak informasi yang baru saya ketahui dengan mengunjungi museum tadi. Berhubung waktu sekolah dahulu saya bersikeras masuk kelas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), saya jadi banyak engga tahu mengenai sejarah. Dari penjelasan Mbak pemandu tadi, saya baru tahu bahwa Pangeran Diponegoro adalah anak dari Sri Sultan Hamengku Buwono ke-3. Karena Pangeran Diponegoro bukan anak dari permaisuri, beliau tidak bisa menjadi raja. Demikian dengan Pangeran Diponegoro yang juga tidak ingin menjadi raja dan lebih memilih untuk mendalami agak dan membaur dengan rakyat. Sehingga beliau pindah ke rumah nenek buyutnya (rumah yang sekarang menjadi museum ini).

Rumah ini juga ternyata menjadi saksi sejarah awal mula Perang Diponegoro dimulai (1825). Di dalam museum ini juga terdapat benda-benda sejarah asli (bukan replika) yang tersisa dari perang-perang tersebut. Mulai dari senjata (keris, bedil, dll), hingga gamelan, kereta kencana, kendi-kendi, dan lain-lain.

Buat kalian yang berencana mengunjungi Yogyakarta, mohon sempatkan mengunjungi museum ini. Bukankah bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarah? Tenang saja, museum ini gratis alias tidak dipungut biaya.

Alamat:
Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55244

  • Museum Bahari

Destinasi selanjutnya adalah Museum Bahari. Ini berdasarkan rekomendasi dari Mba pemandu Museum Sasana Wiratama tadi. Menurutnya, di Yogyakarta terdapat 40-an museum. Pengennya sih mengunjungi semua, tapi apa daya. Dia merekomendasikan museum ini karena jaraknya tidak begitu jauh. Meski demikian, saya memilih pakai gojek karena sudah letih berjalan. Lagi-lagi, saya tidak Google-ing dulu ini museum apa.

Setelah tiba di lokasi, saya harus membayar Rp2.000,- untuk biaya kunjungan. Ternyata museum ini adalah museum pribadi yang dibuka untuk publik. Museum ini milik Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo dan dibuka sejak 2009. Sehingga tidak heran apabila isinya banyak sekali cinderamata dari luar negeri, kenang-kenangan dari kunjungan kenegaraan, dan lain-lain. Meski demikian, kita juga bisa belajar mengenai aktivitas-aktivitas kebaharian.

Alamat:
Jl. R. E. Martadinata No.69, Wirobrajan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182

  • RM Demangan

Berhubung sudah waktunya makan siang dan cukup lapar, saya mengakhiri wisata museum. Berdasarkan rekomendasi teman saya, Khairunnisa Hapsari, saya menuju ke RM Demangan. Lokasinya dekat kampus terbaik di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta. Ini salah satu tempat hitsnya Yogyakarta. Semua sudut restoran ini Instagrammable banget. Untuk makan siang kali ini saya pesan Nasi Rawon (nasinya nasi merah!).

Informasi:
Nasi Rawon Rp32.000,-
Es teh mint Rp17.000,-
Es cincau karamel Rp20.000,-

Alamat:
Jl. Demangan Baru No.19, Mrican, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Setelah kenyang, saya memutuskan untuk jalan-jalan saja mengitari sudut-sudut kota. Jalan-jalan dimulai dengan melihat-lihat di Alun-Alun Utara, melihat bagian belakang Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kemudian berjalan menuju kawasan Malioboro. Mengunjungi pelataran Taman Pintar dan Benteng Vredeburg, beristirahat sebentar di Starbucks, dan kemudian mencari tempat buat makan malam.

  • The Nasi Goreng Rempah Favoritto

Untuk makan malam, saya memutuskan mengunjungi warung nasi goreng yang katanya viral di Twitter. Saya lihatnya di salah satu akun di Instagram ketika perjalanan menuju Yogyakarta. Langsung deh saya penasaran. Menurut informasi di dunia maya, penjual memasak nasi goreng dengan menggunakan mesin kayak mixer buat bikin kue! Industrial 4.0 banget. Era disrupsi banget. Saya pesan nasi goreng ayam dan teh rempah untuk menu makan malam.

Informasi:
Nasi goreng ayam Rp15.000,-
Es teh rempah Rp4.000,-

Alamat:
Jl. Veteran No.115, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164

  • Sellie Coffee

Liburan di hari kedua berakhir di Sellie Coffee menulis blog ini. Kalau kalian penggemar film AADC 2, ini adalah lokasi dimana Cinta bilang Rangga jahat. Scene yang ikonik itu lho. Kedai kopinya sederhana, khas warung kopi deh, bukan warung kopi modern kayak yang banyak bermunculan di Jakarta atau Bandung. Saya menulis blog ini tepat di meja dimana Cinta dan Rangga melakukan adegan itu (terus kenapa?). Hahaha.

Informasi:
Es cokelat mint Rp15.000,-

Alamat:
Jl. Gerilya, RT.039/RW.010, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55153

Selanjutnya, Liburan Ke Yogyakarta (Hari Ketiga) ->

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *