Jenna Jambeck: Setiap Orang Harus Berupaya Kurangi Timbulan Sampah

Jenna Jambeck: Setiap Orang Harus Berupaya Kurangi Timbulan Sampah

Jakarta (11/06). Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar nomor dua di dunia. Ini merupakan hasil riset tahun 2015 yang dibuat oleh Dr. Jenna Jambeck. Penelitian tersebut dipublikasikan secara luas melalui Jurnal Science, 12 Februari 2015.

Dr. Jenna Jambeck adalah seorang akademisi dan peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat. Ia telah berkecimpung pada isu manajemen pengelolaan sampah selama lebih dari 20 tahun dan berpengalaman dalam melakukan penelitian sampah di lautan sejak 2001. Penelitiannya mengenai sampah di lautan diakui secara global dan menjadi bahan diskusi berbagai organisasi, seperti U.S. Congress, G7, G20 dan United Nation Environmental Program (UNEP).

Permasalahan polusi sampah plastik tentunya menjadi persoalan global. Tidak hanya negara-negara yang dituduh sebagai penyumbang sampah plastik di lautan tetapi seluruh negara di dunia. Kehadiran Dr. Jenna Jambeck memberikan kesempatan kepada kita untuk tahu lebih lanjut baik mengenai hasil risetnya maupun problem sampah plastik secara umum”, ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.

Kunjungan Dr. Jenna Jambeck ke Indonesia berlangsung dari tanggal 9-13 Juni 2017. Bersama dengan Alliansi Zero Waste Indonesia (AZWI), Dr. Jenna Jambeck mengadakan diskusi dan membahas mengenai kontaminasi sampah plastik di lautan serta solusi yang bisa diberikan. Dalam kunjungan ini, Dr. Jenna Jambeck melakukan diskusi publik di dua tempat, diantaranya pada 12 Juni 2017 di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Eksekutif Nasional) dengan tema “Break Free From Plastic” dan 13 Juni 2017 di @america, Pacific Place Jakarta dengan tema “Oceans of Plastics”.

Selain Dr. Jenna Jambeck, diskusi pertama yang diselenggarakan pada 12 Juni 2017 turut pula hadir Walhi Eksekutif Nasional, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), BaliFokus Foundation, dan beberapa individu yang merupakan anggota dari Aliansi Zero Waste Indonesia. Selain itu turut hadir dari organisasi MAN Forum, Sustainable Product Forum, anggota AZWI dan beberapa rekan wartawan. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Tiza Mafira, selaku Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik.

Lawatan Dr. Jenna Jambeck ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk menggali wawasan seputar permasalahan sampah plastik yang berpengaruh pada ekosistem baik di daratan maupun di lautan. Diharapkan kehadiran Dr. Jenna Jambeck akan membuka pemikiran kepada berbagai pihak di Indonesia untuk melakukan suatu upaya perbaikan pada manajemen pengelolaan sampah kantong plastik.

Dr. Jenna Jambeck berpengalaman selama 25 tahun sebagai seorang peneliti sampah plastik di lautan. Begitu banyak permasalahan sampah plastik di lautan, sehingga mendorongnya untuk melakukan sebuah penelitian. Selain berprofesi sebagai akademisi di Universitas Georgia, Amerika Serikat, Dr. Jenna Jambeck juga direktur dari Center for Circular Materials Managements di kampus yang sama. Ia membuat aplikasi Marine Debris Tracker sebagai platform untuk melaporkan kondisi sampah plastik di darat maupun di laut. Aplikasi tersebut dapat kita unduh baik di Android maupun iOS. Sehingga, memudahkan masyarakat di manapun berada untuk dapat berpartisipasi dalam membuat laporan sampah plastik.

Menurut Dr. Jenna Jambeck, solid waste management perlu diperbaiki. Solusi juga perlu dipikirkan jangan sampai menimbulkan suatu masalah baru. Ia tidak ingin kehadiran kantong plastik dengan label biodegradable menjadi mikroplastik yang mengotori lautan dan dikonsumsi oleh hewan-hewan laut. Alangkah baiknya berbahan seperti kertas sehingga dapat terdegradasi dan penanganannya tidak dilakukan ketika sampah sudah sampai ke laut.

Sampah di laut jangan hanya diselesaikan di laut tetapi dari hulunya yaitu dari daratan. Selama sistem pengelolaan kota dan kabupaten masih seperti saat ini, maka tidak akan menyelesaikan persoalan sampah plastik di laut. Dari sisi produsen juga mesti ada perbaikan yang signifikan tentang penggunaan plastik”, ujar Dwi Sawung dari Walhi Eksekutif Nasional.

Dari beberapa fakta yang Dr. Jenna Jambeck dapatkan bahwa sudah banyak negara yang melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Apabila tiap-tiap orang berupaya mengurangi sampahnya, maka akan berdampak pada berkurangnya timbunan sampah plastik. Menurutnya, masing-masing pelaku usaha, petugas kebersihan, akademisi dan pemerintah harus saling terintegrasi dalam mengurangi sampah plastik. Yang paling penting adalah setiap peran tersebut membuat sebuah penyelesaian dan sebaiknya harus diisi dengan materi edukasi. Agar seluruh lapisan masyarakat memahami dengan baik mengenai masalah sampah plastik dan mengetahui solusi yang bisa dilakukan.

Sumber: Press release Aliansi Zero Waste Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *