Daur Ulang, Bisa!

Daur Ulang, Bisa!

Saya menyempatkan waktu untuk mengunjungi Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, kegiatan yang dilakukan saban tahun dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sebetulnya, maaf, acara-acara pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah selalu tidak begitu menarik. Itu-itu saja konsepnya. Namun, ada yang berbeda tahun ini. Apa itu?

Saya mengunjungi booth Aqua Danone, karena kebetulan saya kenal dengan salah satu tim Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Hal yang menarik perhatian adalah mereka tidak jualan produk, melainkan promosi program daur ulang mereka. Sejak awal tahun, Aqua Danone mengenalkan upaya mereka dalam menarik kembali botol-botol kemasan bekas pakai untuk dijadikan kaos. Program pengembalian botol bekas ini masih difokuskan untuk area Bali. Namun, pada pameran ini, mereka mengenalkan dua produk daur ulang baru, yaitu bantal dan kantong belanja guna ulang.

IMG_4684

Kantong belanja guna ulang ini terbuat dari 2 botol plastik bekas

 

IMG_4683

Bantal ini terbuat dari 24 botol plastik bekas.

 

IMG_4669

Tahapan proses daur ulang botol plastik bekas menjadi kaos

 

Hal ini menarik bagi saya karena perusahaan sebesar Aqua Danone, yang selalu menjadi sasaran para aktivis lingkungan, menunjukkan komitmennya terhadap limbah plastik yang dihasilkan. Saya sendiri sebetulnya sangat menghindari mengonsumsi air mineral dalam kemasan botol plastik sekali pakai, seperti Aqua. Kalaupun dalam kondisi kepepet, biasanya saya memilih Aqua ketimbang minuman bersoda. Tak jarang juga saya lebih memilih membeli Aqua Reflections yang dikemas dalam kemasan kaca. Namun, bukan berarti dengan adanya upaya daur ulang ini menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mba Annieta dari Aqua Danone sempat berujar kepada saya bahwa untuk mendaur ulang botol-botol plastik bekas tersebut menjadi kaos dan kantong belanja guna ulang harus diimpor terlebih dahulu ke China, karena di Indonesia belum ada industri yang bisa mendaur ulang plastik bekas menjadi barang jadi. Kecuali pada bantal, botol-botol plastik bekas tersebut didaur ulang menjadi serat-serat (seperti dakron) untuk dijadikan isi bantal dengan bermitra dengan industri daur ulang dalam negeri.

Program daur ulang ini merupakan bagian dari komitmen Aqua Danone dalam melakukan proses circular economy yang terintegrasi dengan lini bisnisnya yang terlihat pada gambar di bawah. Seperti terlihat pada gambar, bahwa Aqua Danone berupaya untuk mengurangi polusi plastik yang sampah industri yang nantinya akan berakhir TPA.

IMG_4670

Lima tujuan Aqua Danone dalam mewujudkan Circular Economy pada kemasan

 

Dalam mewujudkan komitmen daur ulangnya ini, Aqua Danone bermitra dengan industri daur ulang dan tentunya konsumen yang menjadi pengguna akhir dari produk Aqua Danone. Beruntungnya warga di Bali yang bisa mengembalikan botol bekas di gerai-gerai ritel yang tersebar mulai dari mini market hingga hipermarket. Bagi kita di kota lain, mungkin bekerjasama dengan bank sampah bisa sangat membantu untuk kemudian botol bekas tersebut dikirimkan kembali ke Aqua Danone. Good job, Aqua Danone! Let’s celebrate this year’s World Environmental Day by connecting people with nature.

 

IMG_4675

Terima kasih, Mba, bantal dan kantong belanja guna ulangnya. Yang lain banyak yang iri ternyata yah belum dapet produk kece ini. Hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *