Rahyang? Artinya Apa?

Rahyang? Artinya Apa?

“Namanya siapa?”

“Rahyang”

“Rahel?”


“Nama kamu siapa?”

“Rahyang”

“Rahya?”


“Namamu siapa?”

“Rahyang”

“Orang Bali?”


“Kamu siapa namanya?”

“Rahyang”

“Apa? “


Punya nama yang termasuk unik punya tantangan tersendiri. Mulai dari salah sebut, salah nulis, mengira-ngira darimana saya berasal, dan lain-lainnya. Entah apa yang mendasari orang tua saya memberikan nama ini. Saya tidak pernah bertanya secara mendalam alasannya apa, biarlah mereka yang tahu. Namun, secara perlahan-lahan saya juga mulai mempertanyakan dan mencari tahu sendiri. Ketika saya mencoba menerka-nerka alasan berdasarkan hasil temuan saya, mereka menyetujui itu. Entah benar-benar setuju atau tidak, yang jelas setelah saya tahu apa arti nama yang orang tua saya berikan, saya merasa bangga dengan nama unik ini. Suatu ketika dimana saya mengikuti bimbingan belajar kelas 6 sekolah dasar lalu, salah seorang pengajar secara tidak sengaja menerka-nerka arti dari nama muridnya. Ketika tiba giliranku, beliau menerka artinya sebagai “hantu pertama di hutan Indonesia“. Dia mengartikan bahwa “Rahyang” adalah “hantu“. Kami hanya tertawa saja mendengar itu, kocak soalnya.

Sewaktu masih duduk di sekolah menengah (saya lupa, entah itu menengah pertama atau atas), saya membaca buku sejarah yang bercerita tentang sejarah kerjaan-kerajaan di Indonesia. Di salah satu buku, mereka menyebut nama “Rahyang” di bagian cerita Kerajaan Sunda Pajajaran, salah satu kerajaan Hindu di Indonesia. Perasaan saya waktu itu senang banget. Tidak menyangka bahwa nama “Rahyang” diambil dari nama salah satu raja kerajaan tersebut. Jadi, buat yang menebak bahwa “Rahyang” berasal dari Bali adalah salah besar! “Rahyang” itu Sunda banget! Cerita dalam buku tersebut saya temukan disini. Rahyang Niskala Wastu Kañcana (di cerita lain dikenal juga dengan sebutan Prabu Raja Wastu) adalah kakek dari Sri Baduga Maharaja. Dia memiliki anak, yang juga mewarisi tahtanya memimpin kerajaan, bernama Rahyang Ningrat Kañcana. Cerita ini diabadikan di Prasasti Kabantenan, yang cuplikannya ada di Museum Sri Baduga Maharaja, Bandung.

Setelah mengetahui ini, saya bertanya pada diri sendiri, “Layak ga sih menyandang nama yang berat ini? “Leluhur” saya ternyata pemimpin tanah Sunda. Saya?“. Namun, saya mencoba positif memandang ini. Artinya, orang tua saya menaruh harapan pada saya untuk menjadi pemimpin masa depan. Aminkeun barudak….

Menurut informasi yang saya dapatkan disini, “Rahyang” itu mengacu kepada gelar. Kata dasarnya sendiri adalah “Hyang” yang artinya adalah roh leluhur atau kekuatan yang tak kasat mata. Itu artinya apa yang dikatakan guru bimbingan belajar saya dulu adalah benar. Saya adalah hantu! Namun, jika kata “Hyang” diberi prefiks “Sang“, “Dang“, dan “Ra” itu menjadikannya sebagai gelar kehormatan terhadap dewa atau leluhur yang sudah meninggal. Kok jadi serem ya? Kalau saya mengutip arti nama yang diucapkan guru saya dulu, sekarang menjadi “dewa hutan pertama di Indonesia” atau “roh leluhur pertama yang menghuni hutan di Indonesia“. Oke, ini menjadi lebih menyeramkan.

Namun, ada cerita lain terkait nama “Rahyang“. Melalui tautan disini, ternyata nama “Rahyang” juga ditemukan di Kerajaan Panjalu Ciamis (kerajaan Hindu). Tercatat ada beberapa raja di kerajaan ini yang bergelar “Rahyang“. Kakak beradik Rahyang Kuning dan Rahyang Kancana memperbutkan tahta kerajaan dari ayahnya, yang kemudian sang kakak menyerahkannya kepada sang adik.

Ada cerita lain yang menarik. Rahyang Kuning dan Rahyang Kencana merupakan anak dari Prabu Sanghyang Borosngora, yang juga merupakan raja di Kerajaan Panjalu. Dalam tautan disini, diceritakan bahwa Prabu Sanghyang Borosngora merupakan raja Panjalu pertama yang menganut agama Islam dan penyebar agama Islam di tanah Sunda. Singkat cerita, Prabu Sanghyang Borosngora, hijrah tak tahu arah untuk mencari Ilmu Sajati hingga akhirnya sampai ke Mekkah dan bertemu Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang meng-Islam-kan raja Panjalu tersebut. Dengan cerita seperti ini, bisa jadi anak-anaknya juga memeluk agama Islam. Namun, saya tidak ditemukan referensi apapun mengenai informasi ini.

Apapun ceritanya, saya menjadi lebih menghargai sejarah melalui nama yang berikan oleh orang tua saya. Saya pun belajar menjadi lebih bersyukur atas apa yang miliki. Seorang bijak mengatakan bahwa “nama adalah doa“. Saya sepakat dengan ini karena dibalik sebuah nama, ada pengharapan dari orang tua terhadap masa depan anaknya. Dengan nama “Rahyang“, saya mempercayai bahwa orang tua menginginkan saya menjadi pemimpin kelak, dimanapun. Itu terbukti. Di beberapa organisasi kampus, saya pernah menjadi pemimpin. Pekerjaan saya sekarang pun, saya menjadi seorang pemimpin. Syukurku pada-Mu. Terima kasih, Mamah dan Bapak.

Kembali mengutip terjemahan nama saya oleh guru saya dahulu, “seorang pemimpin yang menjadikan Indonesia terdepan dalam menjaga lingkungan hidup“.

5 responses to “Rahyang? Artinya Apa?”

  1. saha cobi says:

    Aamiin aamiin diaamiinkeun daaaak

  2. andyna says:

    …..roh leluhur pertama yang menghuni hutan di Indonesia….

    >> ini bikin panik sih artinya 😁😁😁😁
    nice sharing mbak… salam 1m1c

    http://www.iamandyna.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *