Fellowship Story – Chapter 3

Fellowship Story – Chapter 3

Nilai semester pertama sudah keluar! Dulu waktu kuliah sarjana, dapet Indeks Prestasi (IP) di angka 3.00 aja udah bahagia. Sekarang, Alhamdulillah dimulai dengan angka 3.84! Wohooooo….Meskipun dengan latar belakang ilmu pasti (dari SMA hingga kuliah), saya masih bisa mengikuti perkuliahan di bidang ilmu sosial. Menurut saya, yang memiliki pengalaman bekerja di lembaga swadaya masyarakat, ilmu pasti dan ilmu sosial itu tidak bisa dipisahkan. Satu sama lain saling melengkapi. Bahkan konsep berkelanjutan (sustainability) yang digambarkan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pun mengenalkan konsep 5P yang terdiri dari, planet, people, prosperity, peace, dan partnership. Ini yang mendasari mengapa saya memilih jalur ilmu sosial, alasannya karena ingin melengkapi pengetahuan yang telah saya miliki (dan terus saya kembangkan). Supaya apa? Supaya engga sombong. Saya terlalu banyak bertemu orang sombong dengan pengetahuan yang dimilikinya, tetapi ya itu, hanya di salah satu ilmu, ilmu pasti atau sosial. Engga apa-apa sih jadi ahli di ilmu tersebut, hanya saja yang saya lihat akhir-akhir ini, mereka seakan-akan menganggap bahwa ilmu lainnya engga penting. Contohnya saja, beberapa orang ilmu pasti yang saya kenal lebih menganggap bahwa dengan menggunakan teknologi tinggi untuk menyelesaikan sesuatu adalah satu-satunya solusi. Namun, mereka tidak mengindahkan isu sosial yang menjadi dampak dari teknologi tinggi tersebut.

Ngomong-ngomong, pengalaman saya kuliah magister ini secara langsung berdampak terhadap cara saya melihat sesuatu. Terlebih lagi dengan kekhususan komunikasi perusahaan, saya jadi belajar bagaimana melihat sesuatu dari sudut pandang audiens. Bagaimana audiens bisa menerima pesan yang hendak kita sampaikan? Memulai menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, saya harus meng-upgrade diri saya dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru. Hal ini saya dapatkan di mata kuliah Pengantar Komunikasi Korporat: Teori dan Praktek, dengan dosen kece Ibu Novita dan Ibu Irmulan. Melalui mata kuliah ini, kami-kami para mahasiswa benar-benar terjun langsung bagaimana menjadi seorang profesional di komunikasi perusahaan. Terlebih lagi, secara pribadi saya suka banget bikin dokumen ini itu untuk tujuan pengembangan organisasi. Sambil menyelam minum air dan sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, melalui mata kuliah ini, saya mengembangkan hal-hal komunikasi di pekerjaan saya sehari-hari. Banyak hal yang akhirnya “terungkap” di pekerjaan saya ketika menyelesaikan tugas-tugas kuliah (dengan objek organisasi saya). Hal itu memotivasi diri untuk lebih mendalami ilmu ini.

Di mata kuliah Metode Riset Komunikasi Massa, saya diingatkan kembali tentang bagaimana memulai penelitian. Dulu ketika menyelesaikan pendidikan sarjana, metode penelitian terbatas untuk kuantitatif saja. Ketika mengambil magister di ilmu sosial, saya mulai belajar metode kualitatif. Seru juga! Terbiasa mengikuti focus group discussion (FGD), baru ketika mendapatkan tugas menyusun proposal penelitian benar-benar mengetahui konsep FGD itu seperti apa melalui buku-buku yang saya baca. Mata kuliah ini mengajarkan saya untuk selalui mencari hal-hal baru di sekitar saya untuk mendapatkan solusi dalam memecahkan masalah. Selain itu, sebagai seorang mahasiswa, menjadi suatu kewajiban untuk selalu melakukan penelitian (salah satu aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi). Saya agak menyesal ketika sarjana dulu, penelitian akhir saya hanya sebatas “syarat” mendapatkan gelar akademis. Seharusnya saya bisa membuatnya lebih dari itu, bagaimana bisa bermanfaat bagi masyarakat. Saya ingin memperbaikinya disini, semoga penelitian yang saya lakukan nantinya bisa bermanfaat bagi masyarakat (untuk menggenapi Tri Dharma Perguruan Tinggi lainnya, yakni pengabdian kepada masyarakat).

Saya sebetulnya cukup sebal dengan mata kuliah Teori Komunikasi Massa. Mengapa? Saya sangat tidak mengerti teori-teori yang jumlahnya jutaan (hiperbola!) mengenai komunikasi massa. Ketika pertama kali saya membaca buku yang disarankan oleh dosen, saya engga ngerti sama sekali maksudnya apa. Baru ketika saya menanyakan hal ini kepada teman saya yang lulusan sarjana komunikasi, baru lah saya mengerti duduk permasalahan teori-teori ini apa. Setiap minggu ada tugas response paper, yang mana saya engga yakin-yakin amat saya mengerjakan dengan benar dan menyampaikan respons saya terhadap suatu BAB dalam buku tersebut dengan baik. Kabar baiknya adalah, nilai mata kuliah ini lebih besar dari pada mata kuliah kesukaan saya (Pengantar Komunikasi Korporat). Pelajaran penting dari hal ini: percaya pada diri sendiri, ikhtiar, dan kemudian serahkan semuanya kepada Allah. Setiap hal kecil adalah berharga, selalu bersyukur.

Mata kuliah terakhir ini yang membuat website pribadi ini muncul, yaitu Media Baru dan Komunikasi Pemasaran. Mata kuliah ini seharusnya menjadi lebih mudah bagi gue sebagai generasi millennial, tapi tetep mata kuliah Teori Komunikasi Massa dan Metode Riset mendapatkan nilai paling tinggi (hahahahaha). Seenggaknya, melalui mata kuliah ini, kita harus selalu memasukkan bahwa perkembangan media sudah semakin maju, media konvensional akan semakin sedikit peminatnya dan berpindah ke media baru yang lebih independen (hampir terbebas dari keterlibatan politik). Media baru dalam komunikasi pemasaran menjadi sangat penting bagaimana kita menyampaikan produk kita kepada konsumen melalui kanal-kanal komunikasi yang lebih banyak dipakai oleh konsumen. Media baru menjadi primadona saat ini. Salah satunya website. Tugas akhir mata kuliah ini adalah membuat website. Sementara teman-teman yang lain membuat website produk jasa/barang, saya sendiri memilih bagaimana website ini bisa “menjual” diri sendiri. Hahaha.

Satu bulan lagi akan masuk semester kedua di gedung yang baru (kampus gue pindah lokasi!). Gak sabar menunggu dengan mata kuliah lainnya yang seru!

One response to “Fellowship Story – Chapter 3”

  1. Novya says:

    Semangat belajaaarrrr hehehe..semoga lancar studi magisternya ya..jadi keingat masa kuliah juga hehehe..ambil jurusan apa mas?…salam kenal ya mas admin 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *