Fellowship Story – Chapter 2

Fellowship Story – Chapter 2

Tidak terasa sudah satu semester dilalui. Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diri gue. Selain banyak hal-hal praktis yang bisa diterapkan di kerjaan setiap hari, banyak hal-hal baru lainnya yang membuat saya tahu banyak hal. Bertemu teman-teman baru dari banyak latar belakang membuka lebih luas sudut pandang dan wawasan.

Pada awalnya, kami (mahasiswa/i School of Communication Paramadina Graduate School) hanya bersembilan. Kemudian masuk dua orang, disusul satu orang. Lalu ada yang mengundurkan diri dua orang. Sekarang kami bersisa sepuluh orang. Semoga angkanya tetap sampai kami lulus semua bersama di tahun 2018. Amin!

Berhubung kami semua ini punya pekerjaan pada siang hari, kebanyakan dari kami hanya bisa bertemu pada malam hari, pada saat waktu kuliah saja. Bahkan untuk mengerjakan tugas kelompok pun, kami mengandalkan e-mail dan WhatsApp saja. Empat mata kuliah pada semester ini mewajibkan adanya kerja kelompok. Bukan hal yang mudah, tapi bisa dilakukan kok.

Pada berbagai kesempatan kami melakukan kegiatan santai di sela-sela menunggu atau selesai sesi kuliah. Salah satunya adalah sesi melakukan video Mannequin Challenge. Ini kolaborasi dua jurusan School of Communication, politik dan korporat. Pada dua mata kuliah, kami bergabung dalam satu kelas. Bahkan dalam kelompok kerja.

Bagaimana dengan tugas? Tiada hari tanpa tugas.  Tugas kelompok, tugas mandiri, you mentioned.  Berhubung tugasnya banyak tulis menulis dan berhubungan dengan kerjaan sehari-hari, jadinya dinikmati banget. Terlebih lagi, website ini lahir karena ada salah satu tugas dari mata kuliah New Media & Marketing Communication. Dokumen internal kerjaan juga lebih rapi karena banyak  ilmu baru yang didapat dari mata kuliah Introduction to Corporate Communication. Kemampuan berpikir sistematis juga di-refresh lagi di mata kuliah Mass Communication Research Method.  Satu mata kuliah yang membuat otak berpikir keras adalah Mass Communication Theory. Entah berapa puluh teori baru yang sudah dibaca, masih banyak yang belum dipahami esensinya. Maklum lah, dulu belajarnya praktek menanam sayuran, buah, dan uji kecambah benih. Mana pernah belajar teori komunikasi massa.

Masih ada tiga semester lagi yang harus dilalui.  Mulai semester depan, kampus Paramadina Graduate School yang tadinya bertempat di The Energy Building, akan berpindah tempat ke Gedung Majalah Tempo. Semoga di tempat yang baru, semangat juga baru 🙂

2 responses to “Fellowship Story – Chapter 2”

  1. MarQ says:

    Wahh..ingin lanjut kuliah komunikasi juga.
    Tapi beasiswanya ga berlaku buat pns ya, Rahyang?

    #dalamedisimalesdaftarLPDPdkk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *